Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2012

LAPAN A2 satelit buatan Indonesia

Indonesia, negara kita yang tak ingin kalah dalam pembuatan teklologi satelit. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil menyelesaikan Satelit Lapan A2 yang merupakan suksesor dari Satelit Lapan Tubsat. Jika sebelumnya pembangunan Lapan Tubsat dilakukan di Technische Universitat Berlin, Jerman, maka untuk penggarapan Lapan A2 sepenuhnya dilakukan di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.


"Pokoknya Lapan A2 100 persen buatan dalam negeri, proses pengerjaan sudah rampung dan rencananya sama seperti pendahulunya satelit ini akan kita luncurkan menggunakan roket dari Sriharikota, India," ujar Suharmanto, Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan ketika di temui di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/8/2012).

Menurut Suharmanto, Lapan A2 memiliki keunggulan sensor dibanding Lapan Tubsat. Hal ini dapat dilihat bagaimana Lapan A2 memiliki tiga fungsi yaitu pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio amatir. Satelit dengan sensor Automatic Identification System (AIS) ini dipercaya dapat melakukan identifikasi terhadap kapal yang akan melintasi wilayah jangkauan Lapan A2.

Antena yang membuat koneksi WiFi bisa kencang

Jangan di tanya lagi dari judulnya aja udah bikin kemajuan teknologi susah sangat cepat. ya benar dan ternyata para peneliti dari A*STAR Institute of Microelectrics (IME) telah mengembangkan antena berkinerja tinggi berbasis silikon cavity-backed slot (CBS) yang beroperasi pada 135 Ghz. Antena tersebut dapat menghasilkan transmisi sinyal yang lebih kuat selama on-chip antena berjalan pada 135 GHz.



Antena ini memiliki dimensi 1.6mmx1.2mm, dengan demikian ini merupakan antena CBS yang berbasis silikon terkecil yang dapat terintegasi dengan sirkuit aktif. Inovasi IME ini akan membantu mewujudkan sistem komunikasi nirkabel dengan ukuran yang lebih kecil dan hapir dua pertiga lebih murah ketimbang antena CBS konvensional. Demikian dilansir dari Sciencedaily, Jumat (31/8/2012).